Truk Dirusak Massa Karena Tabrak 2 Mobil dan 4 Motor di 3 TKP

Minggu, 23 Juli 2023 | 14.20 WIB

Bagikan:
Pengendara sepeda motor korban ditabrak truk menjalani perawatan. (foto : mimbar/ded)

MEDAN, (MIMBAR) - Fakta mengejutkan dari peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan truk Mitsubishi Fuso nomor polisi BK 8026 EI, Sabtu (22/7/2023) malam.


Mulai dari menabrak 2 unit mobil dan 4 sepeda motor di tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) wilayah hukum kepolisian berbeda, membuat massa naik pitam.


Truk kuning tanpa muatan itu berhasil dihentikan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, ketika berupaya kabur mulai Jalan Jamin Ginting dan berbalik arah dari Medan ke Delitua.


Kanit Lantas Polsek Delitua, Iptu Bazaro mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan. Korban tabrakan dan sopir serta kernet truk masih dalam penanganan tim medis di rumah sakit.


"Kecelakaan antara sepeda motor, mobil dan truk Fuso itu terjadi di wilkum Polsek Pancurbatu, Medan Tuntungan dan Polsek Delitua," terang Bazaro.


Awalnya, sambungnya, sekira pukul 19.00 WIB, truk yang dikemudikan Andreas Grenada Saragih (23), warga  Desa Ujung Aji Gang Bre Plawi Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo menabrak Mitsubishi Pajero dan 2 unit sepeda motor. 


Ketiga kendaraan yang ditabrak di Jalan Jamin Ginting Simpang Duren Pitu (wilkum Polsek Pancurbatu) itu meninggal TKP. 


Sopir truk panik dan berupaya kabur hingga setengah jam kemudian menabrak mobil Honda Brio dan 2 sepeda motor Beat di Jalan Jamin Ginting simpang Pencawan, Kecamatan Medan Tuntungan.


"TKP ketiga di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor," jelas Bazaro.


Satu korban pengendara motor Beat hitam di TKP kedua diketahui bernama Enrico Hamonangan Siahaan, warga Jalan Puskesmas 2, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.


"Tapi, dua kendaraan yang ditabrak di TKP kedua, mobil Brio dan Honda Beat abu-abu meninggalkan lokasi," sebutnya.


Ketika itu, korban Enrico sempat melakukan pengejaran hingga kembali ditabrak di TKP ketiga, dan truk terhenti dan dirusak massa. Sopir truk dan dua kernetnya sempat dihajar massa.


Untuk korban Enrico dirawat di RS Mitra Sejati Medan, sementara dua kernet truk Yeri Wanda (20), warga Jalan Riwayat Pasar 3 Marindal dan Agus Ziliwu (21), warga Jalan Baru Pasar I Marindal di RS Bhayangkara Medan. "Kronologisnya, truk datang dari arah Sembahe," sebutnya


Awalnya, kata Bazaro, ketika di Duren Pitu di depan truk ada mobil ngerem mendadak sehingga truk tersebut ikut ngerem. Namun, sepeda motor yang ada di belakang truk tersebut tidak terima dan marah-marah.


Karena merasa tidak bersalah, maka truk tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pancurbatu, tapi diteriaki sebagai pelaku tabrak lari.


Dari peristiwa itu, kemudian truk menyenggol sepeda BK 2508 AJM  motor. Sopir ketakutan karena dikejar pengendara motor hingga melarikan diri dan menabrak mobil di depan Kantor Kejatisu.


"Truk tersebut kemudian melarikan diri mengarah ke Jalan Brigjen Zein Hamid Medan. Di simpang Jalan Alfalah truk tersebut putar arah dan terhenti karena kembali menabrak sepeda motor BK 2508 AJM yang mengakibatkan korban patah kaki kanan bagian tulang kering dan luka robek pada kaki kiri bagian tulang kering," paparnya.


"Sopir truk dan penumpang (kernet) dikeroyok massa di TKP karena diteriaki pelaku tabrak lari oleh diduga massa yang mengejar dari wilayah Pancurbatu," pungkasnya. (04)


KOMENTAR