Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Bocor Pipa Distribusi PDAM Tirtanadi Makin Bertambah

Rabu, 06 Juli 2022 | 12.01 WIB

Bagikan:
Para pekerja (tukang) CV. GMM sampai hari kelima masih berjibaku untuk mengatasi kebocoran pipa distribusi. (foto : mimbar)

MEDAN, (MIMBAR) - Bocor pipa distribusi di Jalan Menteng Raya siku Gang Serasi diduga dikerjakan asal jadi oleh CV. Mitra Teknik (MT), akibatnya, kebocoran semakin bertambah, dan pihak Bagian Jaringan terpaksa mengalihkan pekerjaannya kepada CV. Global Makmur Mandiri (GMM) yang masih baru terdaftar sebagai rekanan di PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai.

"Makin panjang ceritanya, akibat masih bocor kerjaan anggota si Riswan (mandor CV. Mitra Teknik), dilanjutkan dengan CV baru terdaftar, CV. GMM. Tapi sudah 5 hari belum tuntas juga memperbaiki kebocorannya" kata pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai kepada Mimbar, Rabu (6/7/2022). 

Menurutnya, dengan dialihkannya pekerjaan tersebut ke CV yang baru terdaftar di Cabang Medan Denai, akan muncul masalah baru, terbukti sudah 5 hari dikerjakan, belum juga teratasi kebocorannya. Selain itu, Tirtanadi juga harus membayar 2 kali upah, untuk CV. MT dan CV. GMM, yang seharusnya pihak Bagian Jaringan selaku pemberi kerja minta CV. MT bertanggung jawab atas hasil kerjanya.

"Terkait pengupahan, Bagian Jaringan yang buat. Bagian Jaringan menilai CV. MT gak mampu karena peralatan gak lengkap, makanya dialihkan ke CV. GMM" jelasnya.

Dikatakannya, bocor yang dikerjakan CV. MT, persis disebelah yang dikerjakan sekarang oleh CV. GMM. "Artinya memang ada kebocoran yang dilakukan CV. MT, seharusnya kerjaan itu tanggung jawab CV. MT" jelasnya. 

Pantauan Mimbar di lapangan, para pekerja (tukang) CV. GMM sampai hari kelima masih berjibaku untuk mengatasi kebocoran pipa distribusi. Akibatnya terjadi kamacetan arus lalu lintas disebabkan ruas jalan menyempit karena galian tanah menumpuk di badan jalan. 
 
Sementara itu warga sekitar, Rusdi mengaku tergaggu dengan adanya pekerjaan tersebut, karena dengan adanya pekerjaan itu, selama 5 hari ini terjadi kemacetan. 

"Kita minta pihak Tirtanadi supaya memilih pekerja atau rekanan yang mampu kerja, supaya cepat selesai, jangan seperti sekarang ini, masa sudah 5 hari gak siap-siap, kita warga sini terganggu" kesalnya. (02)

KOMENTAR