![]() |
| Pangdam I/Bukit Barisan bersama Wali Kota Medan secara resmi membuka Jembatan Perintis Garuda untuk digunakan masyarakat, Selasa (28/7/2026). (foto : mimbar/diskominfo medan) |
MEDAN, (MIMBAR) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Jalan Adisucipto, Gang Rel, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (28/7/2026). Jembatan sepanjang 35 meter dan lebar 1,5 meter itu kembali menghubungkan Kecamatan Medan Polonia, Johor, dan Maimun yang sempat viral setelah anak sekolah nekat menyeberang sungai ke sekolah memalui pipa Perumda Tirtanadi akibat terputus jembatan lama runtuh akibat banjir.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan akses jembatan yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut mengakhiri kondisi yang selama ini memaksa warga, termasuk anak-anak sekolah, menyeberangi sungai melalui pipa air yang membahayakan keselamatan.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan kehadiran Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti koordinasi yang cepat dan sinergi antar lembaga mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
Dalam acara yang turut dihadiri Sultan Deli, Tuanku Mahmud Arya Lamanjiji, pimpinan perangkat daerah dan sejuml anggota dewan ini, Wali Kota mengungkapkan jembatan lama sebenarnya bekas jalur rel kereta api yang telah digunakan warga selama puluhan tahun sebagai penghubung dua kecamatan. Setelah rusak akibat banjir pada 2024, akses warga terputus dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
"Kami melihat langsung kondisi masyarakat yang harus menyeberang melalui pipa. Itu sangat membahayakan, apalagi banyak anak sekolah yang melintas. Karena itu kami bergerak cepat bersama Kodim dan seluruh perangkat terkait untuk mencari solusi," ujarnya.
Ia mengatakan peninjauan lapangan dilakukan sejak April 2026 untuk mempelajari kondisi konstruksi, status lahan, serta menentukan jenis jembatan yang paling sesuai. Setelah seluruh proses koordinasi rampung, pembangunan langsung dimulai dan konstruksi selesai dalam waktu sekitar lima pekan.
"Ini membuktikan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Medan dan TNI dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini memang dibangun untuk warga yang sudah lama menantikannya," kata Rico Waas. (01)
