Peringati Hari lingkungan Hidup Sedunia, Pemko Medan Sukses Kumpulkan 28 Ton Sampah Dalam Aksi Gotong Royong

Sabtu, 06 Juni 2026 | 11.12 WIB

Bagikan:
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap memimpin apel gabungan sebelum melakukan aksi gotong royong, seluruh aparatur Pemko Medan dibantu TNI di Taman Hutan Kota Beringin, Sabtu (6/6/2026). (foto : mimbar/diskominfo medan)

MEDAN, (MIMBAR) - Pemko Medan melakukan aksi gotong royong massal yang dilakukan secara serentak. Aksi gotong royong yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 28 ton sampah.

Aksi sapu bersih sampah ini menjadi bagian utama dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kota Medan tahun 2026 yang dipusatkan di Taman Hutan Kota Beringin, Sabtu (6/6/2026).

Sebelum melakukan aksi gotong royong, seluruh aparatur Pemko Medan dibantu TNI menggelar apel gabungan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap.

Dalam arahannya, Zakiyuddin Harahap menegaskan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup kali ini, "Saatnya Bekerja Untuk Iklim", harus menjadi pengingat keras bagi seluruh warga Medan untuk bergerak dari sekadar wacana menjadi tindakan nyata. Karena setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang.

​"Kita masih mengingat bencana banjir besar di bulan November tahun 2024 dan 2025 lalu. Terjadi di bulan yang sama, bahkan di tanggal yang sama, yaitu 27 November. Di tahun 2026 ini, bukan tidak mungkin hal itu terulang jika kita tidak bersiap dan berbenah dari sekarang," kata Zakiyuddin Harahap.

Ia menyoroti kerusakan lingkungan di daerah hulu yang memicu banjir kiriman, serta kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke parit dan sungai. Oleh karena itu, Zakiyuddin Harahap menginstruksikan Camat, Lurah, Keping hingga Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU), untuk fokus membersihkan parit-parit, menjaga wilayah sungai, serta memangkas dahan pohon yang rawan tumbang demi keselamatan warga.

"Mari sama-sama kita jaga kebersihan lingkungan kita, kita jaga parit-parit kita. Karena sekarang ini, banjir ini tidak tahu kita datangnya kapan dan dari mana, karena sudah banyak juga lingkungan-lingkungan kita ini dirusak oleh tangan-tangan manusia sendiri," ujar Zakiyuddin Harahap. (01)

KOMENTAR