![]() |
| Anggota DPRD Kota Medan, dr Faisal Arbie. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Anggota DPRD Medan yang bergabung di Panitia khusus (Pansus) pembahasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, dr Faisal Arbie menilai besarnya peluang dalam peningkatan perolehan Pendapatan Pajak Daerah (PAD) dari beberapa objek pajak. Untuk itu, Bapenda Kota Medan minta supaya segera merubah sistem penerimaan pajak dari sistem asemble (assemblage) ke sistem digitalisasi.
"Selama ini dugaan kebocoran PAD sangat besar dari sejumlah sumber pajak dikarenakan sistem asemble atau manual. Kita tidak menuduh adanya pengemplang pajak. Tetapi banyak laporan pajak yang tidak rasional. Maka dengan perubahan ke sistem digitalisasi dipastikan adanya peningkatan PAD yang cukup signifikan," ujar Faisal Arbie M Biomed kepada wartawan di gedung DPRD Medan, Selasa (7/4/2026).
Dilanjutkan dr Faisal Arbie, dugaan kebocoran PAD selama ini dipastikan akan dapat diminimalisir jika menggunakan sistem Digitalisasi. Masih menurut Faisal, anggota DPRD Medan yang bergabung di Pansus telah sepakat dan akan merekomendasikan seluruh perangkat dalam menggunakan teknologi digital akan dimasukkan alokasi anggaran di KUA PPAS Perubahan APBD Tahun 2026.
"Maka di Tahun 2027 nanti, sistem penerimaan pajak digital dapat terealisasi. Seperti E-Filing (pelaporan pajak online), E-Payment (pembayaran pajak online), E-SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan elektronik) dan Sistem administrasi pajak online)," paparnya. (01)
