Wakil Wali Kota Medan : Kemegahan Fisik Masjid Tidak Akan Berarti Tanpa Kemakmurannya

Kamis, 12 Maret 2026 | 21.24 WIB

Bagikan:
Zakiyuddin Harahap menyerahkan sejumlah bantuan hibah sebesar Rp.50 juta untuk renovasi Masjid Taqwa, Jalan Jermal III, Kecamatan Medan Denai, Kamis (12/3/2026). (foto : mimbar/diskominfo medan)

MEDAN, (MIMBAR) - Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap membawa pesan mendalam saat berlangsungnya acara Safari Ramadan Pemko Medan di Masjid Taqwa, Jalan Jermal III, Kecamatan Medan Denai, Kamis (12/3/2026).

Secara khusus, Zakiyuddin berpesan kepada warga untuk memakmurkan Masjid terlebih di bulan suci Ramadhan saat ini. Sebab menurutnya, kemegahan fisik sebuah Masjid tidak akan berarti tanpa kemakmurannya.

"Kita bukan hanya memikirkan soal pembangunan Masjid saja, soal besar dan kecilnya Masjid, soal mewahnya Masjid, tapi kita berharap jemaahnya yang banyak. Kita berharap kalau semakin banyak jemaah Masjid ini, insya Allah orang-orang di sini pasti orang-orang baik,"kata Zakiyuddin dihadapan para alim ulama, dan masyarakat yang hadir.

Tidak sampai disitu saja, Zakiyuddin juga menyoroti satu hal kecil yang sering terlupakan yaitu kebersihan toilet dan tempat wudu. Menurutnya, kualitas kebersihan sebuah Masjid tercermin dari kondisi kamar mandinya.

"Jagalah kebersihan Masjid, terutama kamar mandi. Ini pesan saya, karena sering saya lihat kamar mandinya kurang bersih. Jadi kunci kebersihan itu, kalau sudah kamar mandinya bersih, pasti yang lainnya bersih. Jadi dengan Masjid semegah ini, kami berpesan jangan pula kamar mandinya tidak bagus. Karena itu tempat kita berwudu, tempatnya suci, jadi harus bersih airnya, harus bersih kamar mandinya, masuk pun kita ke dalam Masjid nanti dalam keadaan bersih," pesannya.

Di hadapan warga Medan Denai, Zakiyuddin juga membunyikan alarm waspada terhadap dua penyakit sosial yang tengah merajalela yakni narkoba dan judi online.

Secara khusus, Zakiyuddin meminta warga proaktif melaporkan titik-titik peredaran narkoba. "Sumatera Utara peringkat satu narkoba. Tidak ada gunanya kita membangun kota kalau generasi mudanya rusak oleh narkoba," ujar Zakiyuddin. (01)

KOMENTAR