![]() |
| Anggota DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Anggota DPRD Kota Medan, Afif Abdillah mengingatkan seluruh rumah sakit (RS) di Kota Medan agar tidak selalu berkutat kepada sistem birokrasi, tapi lebih mengutamakan pelayanan kepada pasien.
Hal tersebut disampaikan Afif Abdillah saat Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dalam rangka jawaban pengusul terhadap pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan atas Perubahan Perda Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Selasa (24/02/2026) di ruang paripurna DPRD Medan.
"Saya ingin menengaskan satu hal yang paling sangat mendasar, dan ini sering terlupakan diantara tumpukan formulir dan prosedur rumah sakit. Ketika seseorang datang ke rumah sakit dalam keadaan darurat, bukanlah kelengkapan berkas dan bukan pula kesesuian data di sistem, tapi adalah nyawa," kata Afif.
Dikatakan, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan itu untuk berkas dapat dilakukan menyusul.
"Pihak rumah sakit harus memahami seseorang datang ke rumah sakit dalam keadaan darurat adalah nyawa dan keselamatan manusia, berkas bisa menyusul, tapi nafas yang berhenti tidak bisa kembali" tegasnya.
Dikatakan anggota Komisi II DPRD Kota Medan yang membidangi kesehatan, agar rumah sakit tidak memikirkan untung atau rugi dalam menangani pasien.
"Kami juga mengingatkan dalam proses perawatan agar rumah sakit tidak terjebak kepada untung rugi dalam menangani pasien. Ingatlah rumah sakit adalah tempat orang menggantungkan harapan terakhir. Karena itulah ukuran keberhasilan yang paling jujur bukan seberapa besar angka pendapatan, tetapi seberapa besar banyak pasien dipulangkan dengan kondisi lebih sehat, lebih tenang dan dihargai sebagai manusia," sambungnya. (01)
