![]() |
| Anggota Komisi III DPRD Medan, Hj Sri Rezeki, AMd. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Anggota Komisi III DPRD Medan, Hj Sri Rezeki, AMd mengingatkan pelantikan Direksi PUD Medan jangan sekedar seremonial belaka. Namun Direksi baru dituntut mamp meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menyelesaikan berbagai "pekerjaan rumah" yang selama ini sulit dituntaskan di tubuh PUD Pasar, PUD Pembangunan dan PUD RPH.
Meskipun sempat menyinggung adanya rumor "pejabat titipan", Sri Rezeki menyatakan bahwa fokus utama Komisi III adalah pada tanggung jawab dan hasil kerja nyata para direksi terpilih.
"Walau ada rumor beredar beberapa pejabat 'titipan', kita tidak menyoroti hal itu. Bagi saya pribadi, yang penting direksinya mampu bekerja dan bertanggung jawab, bisa menyelesaikan persoalan di PUD, dan dapat meningkatkan PAD," kata Hj Sri Rezeki di Gedung DPRD Medan, Senin (5/1/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menegaskan, direksi PUD tidak boleh rangkap jabatan. Karena jabatan direksi adalah posisi profesional, bukan politik. Oleh karena itu, direksi dilarang keras merangkap jabatan agar dapat fokus pada manajerial dan integritas pelayanan publik.
"Mengingat tiga PUD ini bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak (pasar, pembangunan, dan pangan), kapasitas direksi sangat menentukan kualitas pelayanan yang dirasakan warga Medan. Karena itu sekali lagi saya tegaskan, jangan ada rangkap jabatan," tegasnya.
Ia juga menekankan sebagai wakil rakyat, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan dan mengevaluasi kinerja para direksi. "Kita butuh orang yang mampu mengatasi persoalan di PUD, bukan orang titipan yang ujung-ujungnya malah menggerus APBD. Kita butuh hasil, bukan sekedar kata-kata," jelasnya. (01)
