Pasca Banjir, Warga Medan Serbu SPBU hingga Antrean Mengular Ratusan Meter

Minggu, 30 November 2025 | 09.22 WIB

Bagikan:
SPBU diserbu warga, hingga antrean mengular ratusan meter. (foto : mimbar/mar)

MEDAN, (MIMBAR) - Pasca banjir yang melanda Kota Medan, Jumat (27/11/2025), warga mulai kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut membuat sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diserbu warga, hingga antrean mengular ratusan meter.

Pantauan wartawan hingga hari Ahad (30/11/2025), sejumlah SPBU masih dipadati kendaraan yang mengantre. Antrean memanjang hingga sekitar 300 meter di luar area SPBU. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, sejumlah personel kepolisian tampak berjaga di lokasi.

Seperti di SPBU Jalan Panglima Denai, mulai dibuka sejak pukul 08.00 WIB, antrean menumpuk dan meluber hingga ke jalan raya.

Situasi ini membuat sebagian pengendara motor memilih pulang karena sudah kelelahan terlalu lama menunggu. "Daripada nanti sakit karena terlalu capek menunggu mengantre, mending pulang. Mudah-mudahan besok siang sudah tidak antre lagi," ujar Panji, salah seorang pengendara.

Antrean panjang juga membuat beberapa pengendara kehabisan BBM sebelum mencapai SPBU. Banyak dari mereka terpaksa mendorong motornya atau meminta bantuan kerabat untuk mendorongkan kendaraan ke SPBU terdekat.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa stok BBM di Medan sebenarnya aman. Ia meminta warga tidak melakukan pembelian berlebihan.

"Kami mengimbau untuk tidak panik, karena menurut Pertamina stok bahan bakar minyak cukup," ujar Rico seusai pertemuan dengan Pertamina dan PLN di rumah dinas, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan kendala utama bukan pada stok, tetapi proses penyaluran BBM ke SPBU yang terhambat banjir.

Area Manager Retail Pertamina Medan, Tito Rivanto, meminta masyarakat membeli BBM secukupnya karena suplai BBM akan kembali stabil dalam dua sampai tiga hari ke depan. "Kami berusaha semaksimal mungkin, mohon bantuan dari warga agar situasi kondusif di Kota Medan," kata Tito. (01)

KOMENTAR