Anggota Pembina Yayasan UISU Jabat Rektor Jayabaya Jakarta

Selasa, 07 Mei 2024 | 14.44 WIB

Bagikan:
Ketua Umum Yayasan UISU, Ir Indra Gunawan, MP (dua kiri) bersama Anggota Pembina Yayasan UISU, Dr Asren Nasution, MA (kanan) mengapit Prof Dr Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH yang dilantik sebagai Rektor Jayabaya Jakarta, Senin (6/5/2024). (foto : mimbar/ded)

MEDAN, (MIMBAR) - Pengurus Yayasan dan Rektor UISU menghadiri pelantikan Rektor Jayabaya periode 2024-2028 di Gedung Rektorat Kampus Universitas Jayabaya Pulo Mas, Jakarta Timur, Senin (6/5/2024).


"Alhamdulillah, dari yayasan UISU hadir unsur pembina Dr Asren Nasution, MA yang ikut dalam barisan prosesi dan Zulfikri, SE. Dari unsur pengurus hadir saya dan Sekretaris Umum M Idris, SH, MH serta Rektor UISU Prof Dr Safrida, SE, M.Si," sebut Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU, Ir Indra Gunawan, MP kepada wartawan, Selasa (7/5/2024).


Indra mengatakan, kehadiran yayasan dan Rektor UISU merupakan bentuk apresiasi dan rasa syukur UISU atas dilantiknya salah seorang anggota Pembina Yayasan UISU Prof Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH berdasarkan Akta Notaris nomor 09 tahun 2013. 


"Alhamdulillah salah seorang putra terbaik Sumatera Utara yang juga merupakan anggota pembina UISU mendapat amanah memimpin salah satu PTS ternama di Jakarta," ujar Indra.


Dalam sambutannya, Prof Dr Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH mengatakan, berdasarkan data Dirjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi terdapat 4.356 perguruan tinggi yang terdiri 349 perguruan tinggi negeri dan 4007 perguruan tinggi swasta.


Namun, kata dia, hanya dua persen perguruan tinggi yang memiliki akreditasi unggul, sementara 30 persen atau sekira 1000 lebih tidak terakreditasi.


“Ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi, sebab perguruan tinggi yang tidak terakreditasi tidak dapat mengeluarkan ijazah untuk para lulusannya,” tegas ketua DPN Peradi 2015-2020 tersebut.


Fauzi mengatakan, kualitas pendidikan Indonesia semakin lama semakin jauh dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Singgapura, Malaysia, Thailand bahkan Vietnam.


Karena itu perlu pembenahan di semua aspek, seperti peningkatan jumlah, mutu, dan sarana akademik dan non akademik.


Hal ini seiring dengan upaya memperbaiki administrasi dan managemen organisasi menjadi syarat utama bagi eksisnya perguruan tinggi menghadapi tantangan jaman.


Kepada UISU, Fauzie menegaskan segera melakukan kerjasama antara UISU dan Jayabaya, untuk saling berkolaborasi dan bersinergi bersama-sama membesarkan institusi masing-masing. (04)


KOMENTAR