Antisipasi Kemacetan, Sekolah di Pinggir Jalan Disarankan Rubah Jalur Masuk dan Keluar

Selasa, 26 Juli 2022 | 13.46 WIB

Bagikan:
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar. (foto : mimbar)

MEDAN, (MIMBAR) - Sebagai langkah pencegahan terhadap kemacetan saat pagi dan sore, pemilik atau pengelola sekolah yang berada di kawasan pinggiran jalan disarankan untuk membuat inovasi atau antisipasi. 

"Artinya, merubah sistem jalur masuk dan keluar sekolah sehingga memungkinkan kendaraan masuk ke titik drof anak-anak sehingga tidak mengganggu jalan raya," kata Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, Selasa (26/7/2022). 

Sonny mengaku, sebelum hari masuk sekolah, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai upaya dalam rangka pencegahan kemacetan dan gangguan arus lalu lintas. 

Satuan lalu lintas Polrestabes Medan juga sudah bekerjasama dengan pihak sekolah untuk melakukan rekayasa lalu lintas di depan sekolah, khususnya pada saat pagi dan sore, drof off ataupun mengantar anak-anak sekolah ke halaman. 

"Disetiap titik sekolah kita sudah menempatkan personel dalam rangka mengantisipasi kemacetan," akunya. 

Namun, sambungnya, beberapa sekolah lokasinya tidak memungkinkan untuk inovasi pencegahan kemacetan lalu lintas tersebut.

"Sehingga disarankan kepada pihak sekolah untuk membuat putaran masuk ke sekolah," ujarnya. 

Dia menyebut, sejumlah sekolah di Medan telah membuat kebijakan untuk titik drof off, sehingga kendaraan bisa masuk, kemudian keluar di pintu berbeda. 

"Itu sangat bermanfaat untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas," sebutnya. 

Sementara, untuk keberadaan sekolah di Jalan Brigjen Katamso yang selalu ramai pada pagi dan sore sehingga kerap menimbulkan kemacetan, Sonny mengaku sudah menemui pihak sekolah. 

"Untuk yang di Global Prima, pihak sekolah akan menggunakan lahan parkir kuburan, tanah wakaf dan pemilik lahan sudah setuju untuk sementara sebagai lahan parkir ataupun drof off," pungkasnya. (04)

KOMENTAR