TNI AU Paksa Pesawat Asing Mendarat, Petugas Temukan Narkotika

Kamis, 30 Juni 2022 | 15.59 WIB

Bagikan:
TNI AU memaksa pesawat asing mendarat karena tanpa izin. (foto : mimbar)

MEDAN, (MIMBAR) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) memaksa pesawat asing mendarat di Pangkalan Udara Lanud Soewondo, Kamis (30/6/2022). 

Tindakan tegas itu dilakukan setelah pesawat terdeteksi radar melintas di langit Kota Pekan Baru tanpa izin. Dua pesawat F-16 milik TNI AU langsung dikerahkan mengintersepsi pesawat asing mendarat di Pangkalan Udara Lanud Soewondo. 

Usai dipaksa mendarat, tim penyidik dan unsur pengamanan terpadu TNI AU (Pomau, Intelijen, dan Paskhas) segera bergerak untuk mengamankan pesawat asing beserta crew di dalamnya. 

Setelah mendapatkan tanda aman dari Tim TNI AU, kemudian tim kesehatan melaksanakan pemeriksaan suhu tubuh dan rapid test dilanjutkan pemeriksaan dokumen dari Dinas Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Ditjen Perhubungan Udara. 

Dalam pemeriksaan itu didapati penumpang pesawat asing dalam kondisi sakit serta Tim Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan barang bukti narkotika yang dibawa salah seorang penumpang. 

"Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan TNI AU dalam latihan penanganan pesawat udara asing setelah pemaksaan mendarat (Force Down)," kata Kaskoopsudnas, Marsda Novyan Samyoga. 

Novyan menjelaskan, latihan penanganan pesawat udara asing setelah pemaksaan mendarat (Force Down) melibatkan 12 kementerian/lembaga yang dikoordinasi dari Kemenpolhukam RI. 

"Alhamdullilah, seperti yang kita saksikan 12 kementerian/lembaga telah menjalankan perannya sehingga suatu saat terjadi adanya pesawat asing yang melintas di wilayah udara NKRI tanpa izin dipaksa mendarat, kita semua sudah mengetahui seluruh prosedurnya," jelasnya. 

Novyan mengungkapkan, pada 2019 lalu terjadi Force Down terhadap pesawat kargo Ethiopian Airlines. Tetapi setelah dipaksa mendarat karena belum ada kesepakatan bersama diantara kementerian/lembaga terkait maka penanganan yang terjadi berjalan berlarut-larut.

"Karena itu, dengan digelarnya latihan penanganan pesawat udara asing setelah pemaksaan mendarat (Force Down) dapat meningkatkan sinergitas dalam menangani masalah tersebut," pungkasnya. (04)

KOMENTAR