Pembangunan Irigasi Harus Terintegrasi Dengan Pengendalian Banjir Sungai Asahan

Jumat, 19 Maret 2021 | 18.25 WIB

Bagikan:

KISARAN, (MIMBAR) - Bupati Asahan, H Surya BSc mengatakan, pembangunan irigasi harus terintegrasi dengan pengendalian banjir Sungai Asahan. Sesuai rencana pola pengelolaan sumber daya air wilayah Sungai Toba Asahan yang telah ditetapkan Menteri Pekerjaan Umum disebutkan Sungai Asahan memiliki rata-rata debit sekitar 120 meter kubik/detik sehingga sangat potensial dimanfaatkan untuk banyak hal seperti irigasi pertanian. 

"Oleh karena itu, melalui pertemuan ini kami berharap upaya pengendalian banjir Sungai Asahan dapat menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam perencanaan pengembangan sistem irigasi Asahan. Berdasarkan Peraturan Presiden No 18 tahun 2020 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020 - 2024, bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan dasar bidang irigasi tahun 2024 ditargetkan akan dibangun bendungan multiguna sebanyak 63 unit dan jaringan irigasi baru sebanyak 500.000 ha" kata Bupati dalam acara sosialisasi, konsultasi, lokakarya dan FGD pengembangan sistim irigasi di Aula Hotel Marina Kisaran, Jumat (19/3/2021). 

Lebih lanjut, Bupati mengatakan Selain potensi debit Sungai Asahan yang besar juga memiliki daya rusak dan menyebabkan banjir bagi masyarakat di sekitar seperti di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Sei Kepayang terutama saat curah hujan tinggi. 

Pemkab Asahan menyatakan siap mendukung dalam mewujudkan target capaian dimaksud. Di Kabupaten Asahan terdapat satu daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yaitu irigasi Rawa Sei Lebah seluas 3.031 hektar yang saat ini kondisi pengelolaan infrastrukturnya perlu mendapatkan perhatian serius. 

"Kita berharap perencanaan pengembangan sistem irigasi Asahan ini tidak terhenti pada tahap perencanaan namun dapat dilakukan pada tahap konstruksi, hingga operasional dan pemeliharaan sistem jaringan irigasi" jelasnya. 

Team Leader PPC Asahan, Ir Edi Wahyono M Eng mengatakan dalam rangka menuju kemandirian dan ketahanan pangan, Pemerintah berupaya mendorong peningkatan produksi padi/beras dalam negeri dengan manfaat selain pada sektor penghematan devisa nasional juga membuka kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan. 

Kita menyadari tersedianya sistem irigasi yang baik merupakan syarat mutlak terselenggaranya sistem pangan nasional yang kuat dan penting bagi sebuah negara.

Kepala Subdit Wilayah I Direktorat Irigasi dan Rawa, Parlinggoman Simanungkalit ST menyampaikan dalam rangka ekstensifikasi lahan sawah beririgasi teknis, Direktorat Irigasi dan Rawa melakukan kegiatan development of Asahan irrigation system in north Sumatera (Phase I) di Kabupaten Asahan yang merupakan rangkaian studi melalui master plan, studi kelayakan dan detail desain yang di danai Asian Development Bank (ADB). 

Potensi pengembangan lahan pertanian di Asahan telah diidentifikasi sejak tahun 1980-an mencapai 110.000 hektar. Mengingat adanya perubahan tata guna lahan dan perkembangan yang terjadi pada areal tersebut, pada tahap pertama ini, identifikasi untuk pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas 40.000 hektar.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bapak dan ibu dapat memberikan masukan terhadap rencana pengembangan jaringan irigasi Asahan yang saat ini sedang disusun sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat/kearifan lokal. (Edo)

KOMENTAR