KISARAN, (MIMBAR) - Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Social Pendukung Aspirasi Masyarakat Asahan (LSM SS PAMA) dan Indonesia Anti Coruption Society (IACS) menyoroti limbah pabrik tepung kelapa milik CV Sejahtera yang berada di Desa Air Joman Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan.
Diduga pihak perusahaan membuang limbahnya ke parit dan mengalir hingga ke "bondar balok" yang berada di tengah pemukiman warga Dusun II dan IV Desa Air Joman Baru. Akibat limbah tersebut, air yang ada di bondar balok berubah hitam, bau busuk dan tidak bisa lagi di manfaatkan warga untuk mandi, mencuci pakaian dan keperluan lainnya. Demikian pengakuan Tini (28), Zulkarnain (40) dan Mas Budi (45) warga setempat, Kamis (25/2/2021).
Menurut Tini, Zul dan Budi, kalau pihak perusahaan tidak mencari solusi yang tepat, warga akan melakukan aksi ke Dinas Lingkungan Hidup, Kantor Bupati dan kantor DPRD Asahan.
Melihat keresahan warga tersebut, Ketua LSM SS PAMA, Hery Noto SH dan Ketua IACS, Zulham Nainggolan SH angkat bicara. Mereka menyoroti izin operasional pabrik tepung kelapa yang telah beroperasi sekitar 10 tahun.
Mereka akan menanyakan Dampak Lingkungan (AMDAL ), Instalasi Pembuangan Air Llmbah (IPAL), Uji Kelayakan Lingkungan (UKL), Uji Pengelolaan Lingkungan (UPL) dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan dan pembayaran pajak tahunan perusahaan ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Kisaran.
Mereka menduga telah terjadi penyimpangan dan atau pelanggaran hukum tentang UU PPLH Nomor 32 Tahun 2009. Mereka juga mendapat informasi dari pihak Kecamatan Air Joman bahwa untuk berkomunikasi dengan pihak pengusaha sangat sulit atau terkesan tertutup.
Menurut mereka, setiap perusahaan yang mempunyai limbah, seharusnya membuat kolam diareal pabrik untuk menampung limbah agar tidak tercemar lingkungan sekitar, seperti yang terjadi saat ini.
"Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup harus melakukan monitoring secara berkala dan melakukan uji sample terhadap limbah limbah perusahaan. Apakah limbah masih dalam ambang batas kewajaran dan bagaimana pula dampaknya terhadap lingkungan sekitar", kata Hery. (Edo)
