Komisi III DPRD Medan Minta Dinas Pariwisata Lebih Inovatif

Selasa, 11 Februari 2020 | 12.46 WIB

Bagikan:

MEDAN, (MIMBAR) - Ketua Komisi III DPRD Medan, Rizki Lubis mengatakan anggaran 15 M di Dinas Pariwisata Medan yang diperuntukkan untuk promosi pariwisata dianggap kurang efektif dan terkesan kurang kreatif dan inovatif. 

"Carilah Ikon Kota Medan yang bisa menarik wisatawan baik domestik maupun luar negeri yang bisa menambah PAD Kota Medan. Berinovatiflah dengan menjaring kaum milenial yang bisa menarik pengunjung sehingga bisa menambah PAD Kota Medan, bukan untuk menghabiskan anggaran" kata Rizki, di gedung DPRD Medan, Senin (10/2/2020).

Anggota Komisi III DPRD Medan, Erwin Siahaan mengharapkan agar Dinas Pariwisata memperkuat dan bisa ciptakan budaya yang ada di Medan untuk bisa dijual sehingga pariwisata bisa mendongkrak PAD dibidang pariwisata.

"Kami komisi III siap mendukung jika memang membutuhkan tambahan anggaran yang signifikan, sebaiknya Dinas Pariwisata bisa menghimpun para penggiat komunitas seni" kata Erwin.

Dalam kesempatan itu, Hendri Duin menekankan agar PAD bisa bertambah. Masukkan etnis apa saja yang bisa menjadi ikon dan brandnya kota Medan.

"Kami akan melakukan sidak ke lapangan soal laporan industri pariwisata yang sudah ada di tangan kami, seperti soal perzinan tempat hiburan apakah ada izinnya atau tidak" tandas Hendri.

Edward Hutabarat mencontohkan, Bali ada guide yang resmi dan tak resmi yang digaji untuk bisa dimanfaatkan. "Di Bali juga memberlakukan travel agent, wisatawan luar negeri lebih suka budaya natural" jelas Edward.

Sementara Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono memaparkan bahwa Dinas Pariwisata telah menganggarkan 30 M untuk mendongkrak sektor kegiatan pariwisata, sedangkan realisasi 2019 sebesar 72,4 persen.

"Kami sudah berupaya seoptimal mungkin untuk menarik minat dan pengunjung pariwisata di Medan baik wisatawan internadional maupun domestik (lokal) seperti dengan menampilkan even Wonderfull Indonesia yaitu Gelar Melayu Serumpun (Gemes) yang sudah menjadi kalender nasional" jelas Agus.

Selain itu kata Agus pihaknya juga menampilkan komunitas kreatif, ada pelaku ekonomi kreatif, ada program dukungan, pelatihan sosialisasi peningkatan Sumber Daya Manusia dengan cara mengakses pinjaman dari bank, cara mengakses ke CSR dan lain lain. (rn)

KOMENTAR