Ketua STIE Tricom, Prof Zulkarnain Lubis : Pemimpin Harus Menggunakan Hati Tanpa Membuat Orang Lain Merasa Bodoh

Sabtu, 11 Januari 2020 | 21.57 WIB

Bagikan:

MEDAN - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tricom Prof Zulkarnain Lubis, PhD mengatakan, kecerdasan spiritual mewakili dorongan untuk memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkan dengan yang maha tanpa batas atau maha tak terhingga.

"Karakter dari pemimpin yang memimpin dengan hati yakni cerdas tanpa harus membuat orang lain merasa bodoh, memiliki banyak kesibukan tapi bersahabat dan kekeluargaan" kata Ketua STIE Tricom Prof Zulkarnain Lubis, PhD saat menyampaikan Kuliah Umum bertemakan "EQ, SQ dan Memimpin Dengan Hati" di kampus STIE Tricom, Sabtu (11/1/2020).

Dikatakan Prof Zul, ada proses kedewasaan yang harus dihadapi dan dijalani untuk menempati posisi sebagai seorang pemimpin sejati. "Kita semua dilahirkan sebenarnya sebagai pemimpin. Minimal memimpin diri kita sendiri atau di dalam sebuah keluarga" katanya.

Kuliah Umum yang setiap bulan diperuntukan bagi mahasiswa-mahasiswi STIE Tricom dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Mahkota Tricom, Usli Sarsi, para Wakil Ketua STIE Tricom, Dekan dan Dosen serta puluhan mahasiswa berbagai jurusan.

Menurut Prof Zul, pemimpin harus memiliki tujuan dan juga memahami tujuan. "Pemimpin sejati adalah yang memiliki tujuan (purpose) dan untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan dengan penuh gairah (passion), membentuk dan menerapkan nilai-nilai (value) yang tergambar dari perilaku sang pemimpin, menggunakan hati dengan penuh kasih sayang maupun mempunyai hubungan yang mesra dengan semua pihak. Karakteristik tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang sejati," ucap Prof Zul.

Sosok pemimpin idealnya, tambah Prof Zul, mengutamakan hati. "Artinya, karakter yang memimpin dengan hati dipastikan memiliki kecerdasan tanpa harus membuat orang lain malu, cepat bertindak sekaligus sabar, sangat berani namun penuh pertimbangan, tegas dan disiplin tetap tidak menyeramkan, rasional sekaligus religius, memiliki banyak kesibukan tapi bersahabat dan kekeluargaan," sebut Prof Zul.

Prof Zul menambahkan, pemimpin yang menggunakan hati cenderung mengajak terwujudnya keadilan, kejujuran, kebersamaan, kepedulian, tenggang rasa dan apresiatif.

Memimpin dengan hati yakni pemimpin sejati harus memiliki tujuan dengan penuh gairah dan semangat, membentuk dan menerapkan nilai-nilai yang tergambar dalam perilaku pemimpin menggunakan hati dengan penuh kasih sayang, mempunyai hubungan yang mesra dengan semua pihak.

Menurut Prof Zul, sosok pemimpin sejati yang menggunakan hati akan terlahir dari lingkungan kampus STIE Tricom, yang akan membawa bangsa ini maju, berkembang dan lebih baik lagi. "Mahasiswa belajar dengan hati, mahasiswa mengajar dengan hati dan pemimpin memimpin dengan hati" katanya.

Prof Zul mengatakan harus membiasakan dengan kejujuran, mahasiswa yang dididik dalam kampus itu tidak hanya ilmu pendidikan tapi cara berfikir/wawasan, selain itu memiliki karakter dan motovasi untuk meraih prestasi. "Yang tidak punya komitmen berarti bukan orang cerdas. Selain itu harus mampu memimpin perubahan secara efektif, mampu melakukan pendekatan persuasif. (01)


KOMENTAR