Ribuan Masyarakat Asahan Saksikan Tarian Menjuah Juah

Selasa, 26 November 2019 | 15.24 WIB

Bagikan:

KISARAN, (MIMBAR) - Ribuan masyarakat Asahan saksikan penampilan tarian menjuah juah yang digelar etnis Karo dalam acara Pagelaran Seni Budaya Daerah (PSBD) Asahan ke 4 tahun 2019 dilapangkan terminal Madya Kisaran.

Acara semakin meriah saat artis dari Tanah Karo hadir menghibur para pengunjung. Ketua etnis Karo, Ipda A Sinulingga menuturkan tarian mejuah-juah biasa ditampilkan dalam acara kebesaran orang Karo sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan para tamu. Ada beberapa tarian tradisional Karo, seperti tari piso suri, mejuah-juah, ndikar, lima serangkai, gundala-gundala, roti manis, singundari dan mbuah page.

Dalam PBSD Asahan ke-4 tahun ini, etnis Karo mendirikan stand rumah adat Karo dengan diisi alat alat kesenian tradisional dan pakaian adat Karo. Setiap pengunjung yang singgah kita perkenalkan budaya Karo dan menyebutkan jenis-jenis dan cara menggunakan alat-alat kesenian tradisional Karo.

Lebih lanjut, Sinulingga menyampaikan masyarakat Karo telah berbaur dengan penduduk asli Kabupaten Asahan. Bahkan, mereka telah membentuk Persadaan Merga Silima, yang diketuai Jaya Prana Sembiring SH MSi. "Kita di sini, berbeda-beda tetapi tetap satu, satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sinulingga.

Beberapa pengunjung yang singgah ke stand Rumah Adat Karo, mengaku senang bisa melihat langsung pakaian adat dan alat-alat kesenian Karo. Senang sekali bisa berkunjung ke stand etnis Karo. Di sini kami disambut dengan ramah dan mendapat penjelasan tentang kekayaan budaya Karo.

Lebih lanjut, Sinulingga mengatakan, PSBD ke 4 ini langsung dibuka Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Bupati Asahan, H Surya BSc dan beberapa Kepala Daerah diantaranya Bupati Batubara, M Zahir SH dan Walikota Tanjungbalai, Syahrial SH.

"PSBD Asahan digelar setiap dua tahun sekali, diikuti 14 etnis yakni Melayu, Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Jawa, Tionghoa, Aceh, India, Sunda, Banjar, Minang, Karo, Tabagsel dan Nias", kata Sinulingga. (Edo)

KOMENTAR