
KISARAN, (MIMBAR) - Bupati Asahan, H Surya BSc menghadiri Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kisaran. Kehadiran Bupati Asahan didampingi Asisten II, Drs John Hardi Nasution MSi, anggota DPRD Asahan, OPD, Camat Kota Kisaran Barat, Agus Jaka Putra Ginting SH, Minggu (24/11/2019).
Ketua panitia, Sabam Nainggolan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Asahan atas perhatiannya kepada kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini. Pesparani baru ini yang pertama dilaksanakan di Kabupaten Asahan di masa kepeminpinan Bupati Asahan, H Surya BSc. Ini merupakan hal yang luar biasa yang dilakukan Bupati kepada masyarakat Katolik di Asahan. Sabam berjanji warga Katolik Asahan akan terus mendukung program pembangunan yang di canangkan Pemerintah Kabupaten Asahan melalui visi misinya yang religius, sehat, cerdas dan mandiri.
"Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya kebaktian/perayaan pesta kembang raja semesta alam, lomba bertutur kata dewasa, lomba paduan suara dewasa campuran, lomba menyanyi lagu mazmur, lomba cerdas cermat rohani, lomba dirigen dewasa", kata Sabam.
Bupati Asahan menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan yang disampaikan panitia Pesparani. Pemerintah Kabupaten Asahan tetap mendukung pelaksanaan Pesparani ini di masa yang akan datang dengan kegiatan yang lebih meriah. Sesama umat kristiani diharapkan mampu menampilkan keteladanan yang positif dalam mewujudkan toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama
Ditengah perkembangan globalisasi, pengembangan seni dan budaya seharusnya mampu memberi arah bagi perwujudan identitas nasional yang sesuai dengan nilai nilai luhur budaya bangsa. Pesparani mempunyai makna hubungan dengan umat kristiani yang diikuti gereja gereja dari berbagai aliran dapat menjadi sarana bagi upaya perwujudan kerukunan intern diantara umat kristiani. Pembangunan kualitas kehidupan beragama tidak dapat dipisahkan dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman agama serta kehidupan beragama itu sendiri.
Lebih lanjut, Bupati Asahan menyampaikan pembangunan agama juga mencakup dimensi peningkatan kerukunan hidup umat beragama dalam rangka membangun masyarakat yang memiliki kesadaran, mengenal realitas multi kulturalisme masyarakat dan memahami makna kemajemukan, sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang harmonis, penuh toleransi dan saling menghargai identitas keyakinan agama masing-masing, sehingga Indonesia yang aman dan damai dapat terwujud. (Edo)