Anggota DPRD Medan Paul Mei Minta Kadis PU Medan Harus Sering Turun Lihat Kondisi Jalan

Senin, 27 Agustus 2018 | 07.54 WIB

Bagikan:
MEDAN, (MIMBAR) - Anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak minta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan untuk memprioritaskan jalan yang rusak parah untuk diperbaiki, bukan malah sebaliknya, jalan yang masih layak pakai yang justru yang diutamakan.

"Saya ragu, apakah Kadis sudah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan yang prioritas diperbaiki atau hanya sekedar menerima laporan. Karena saya lihat, di Jalan Bhayangkara itu masih bagus dan masih layak pakai, tapi kenapa bisa masuk ke dalam kategori jalan yang akan diperbaiki," ungkap Paul Mei Anton Simanjuntak kepada wartawan di Medan, kemarin.

Paul Mei Anton Simanjuntak mengaku ragu terhadap kinerja Kepala Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan yang tidak turun langsung ke lapangan, untuk meninjau jalan mana yang benar-benar rusak untuk segera diperbaiki. Akibatnya, Dinas PU Kota Medan tidak memiliki proyeksi yang jelas, jalan mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu.

Paul Mei kembali mencontohkan Jalan GB Yoshua Medan tidak termasuk ke dalam kategori jalan yang sudah ditenderkan untuk diperbaiki di 2018. Padahal, kawasan jalan tersebut sudah rusak parah.

"Janganlah jalan yang masih bagus diperbaiki. Ya, tetap sajalah Kota Medan disebut kota sejuta lubang. Soalnya, jalan yang rusak parah tidak diperbaiki. Kenapa pas di zaman Rahudman dan Abdillah jadi Wali Kota tidak ada istilah jalan sejuta lubang ini. Harapan kami, tolong profesional lah," ungkapnya.

Sementara itu Kadis PU Kota Medan, Khairul Syahnan mengakui bahwa masih banyak jalan yang rusak di Kota Medan yang belum bisa dilelang proyek pengerjaan pembangunannya. Dari total Rp 700 milyar anggaran perbaikan jalan di Kota Medan, Dinas PU Kota Medan, baru melelang Rp 154 milyar proyek perbaikan jalan.

"Memang, usulan-usulan dewan untuk memperbaiki jalan rusak saat reses, banyak yang belum bisa ditampung. Tapi, kalau itu tidak bisa ditampung di P-APBD tahun ini, kita akan masukkan di APBD 2019 nanti," paparnya. (mt)
KOMENTAR