Polemik Penebangan Pohon Dampak Pembangunan BRT Terus Berlanjut, Rizki Lubis : DLH Medan Jangan Suka Buang Badan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15.39 WIB

Bagikan:
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Dr M. Afri Rizki Lubis, SM M.IP. (foto : mimbar/mar)

MEDAN, (MIMBAR) - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Dr M. Afri Rizki Lubis, SM M.IP, memberikan perhatian serius terhadap banyaknya pohon yang ditebang akibat pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan.


Pasalnya, meskipun polemik ini sudah menjadi perhatian banyak pihak sejak beberapa waktu yang lalu, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terkesan acuh dan tidak mengambil langkah cepat dalam melakukan penanganan.


"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan jangan suka 'buang badan' setiap kali masyarakat mempersoalkan pohon yang ditebang akibat dampak pembangunan BRT. DLH Kota Medan harus bertanggung jawab dan transparan," ucap Rizki Lubis kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).


Dikatakan Politisi Partai NasDem itu, awalnya DLH Kota Medan menegaskan bahwa penebangan 2.788 pohon tersebut dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek BRT, bukan oleh DLH Kota Medan. Nantinya, pohon-pohon yang ditebang tersebut akan diganti dengan 61.170 batang pohon yang baru, yang akan tersebar di sejumlah lokasi di Kota Medan.


DLH Kota Medan juga menjelaskan bahwa penanaman 61.170 pohon tersebut merupakan tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana proyek BRT. Kemudian, pihak kontraktor pelaksana proyek BRT juga wajib merawat pohon tersebut selama satu tahun pasca ditanam.


Akan tetapi, teranyar, DLH Kota Medan juga baru menyampaikan bahwa hingga Juli 2026, pihaknya telah menanam 1.792 pohon pengganti bersama pihak terkait. Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana mengatakan bahwa penanaman pohon pengganti itu merupakan bentuk tanggung jawab Pemko Medan.


"Jadi sebenarnya penanaman pohon pengganti itu tanggung jawab siapa, tanggungjawab Pemko Medan atau kontraktor pelaksana proyek BRT. Ini harus jelas, jangan justru memberikan keterangan yang kontradiksi. Giliran penebangan pohon DLH Medan 'buang badan', tetapi giliran penanaman pohon pengganti DLH Medan merasa paling bertanggungjawab terhadap lingkungan," tegasnya.


Rizki Lubis meminta agar DLH Kota Medan bisa memberikan penjelasan yang mencerahkan masyarakat luas. Mengingat, penebangan pohon-pohon tersebut telah cukup lama menjadi polemik di Kota Medan.


"Masyarakat juga bertanya-bertanya, itu pohon-pohon yang ditebang kayunya dikemanakan semua. Apakah kayu-kayu dari pohon tersebut dijual, lantas kemana PAD nya. DLH Kota Medan harus transparan, jangan suka buang badan setiap kali ada masalah," tutupnya. (01)


KOMENTAR