![]() |
| Ketua DPC PBB Kota Medan, H. Marhot Harahap, SE. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas berobat ke luar negeri sebagai alasan tidak menghadiri peresmian Koperasi Merah Putih secara Virtual yang dibuka Presiden Prabowo beberapa waktu lalu terus menjadi sorotan. Kepergian Rico Waas berobat ke luar negeri adalah bukti pelayanan kesehatan di Kota Medan masih buruk.
Ketua Dewan Pimpunan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, H. Marhot Harahap, SE menilai bahwa alasan tersebut secara tidak langsung ingin menunjukkan kegagalan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap dalam mengkampanyekan perbaikan kualitas dan fasilitas RSUD Pirngadi Medan.
”Mengapa harus ke luar negeri, itu pertanyaannya. Sementara Wakil Wali Kota Medan terus mengkampanyekan ayo berobat ke RSUD Pirngadi Medan. Apa seburuk itukah Pirngadi sehingga Rico Waas memilih berobat ke luar negeri. Inikan buka aib namanya, kalau memang buruk berartikan buka borok kegagalan wakilnya,” jelas Marhot Harahap kepada wartawan, Ahad (24/5/2026).
Dikatakan Marhot Harahap, Rico Waas juga harusnya terbuka ke publik jika memang penyakit yang dialaminya tidak dapat ditangani oleh RSUD Pirngadi Medan, agar Wakil Wali Kota, Zakiyuddin Harahap bisa melakukan pemutakhiran alat maupun SDM.
"Jika setingkat Wali Kota Medan, Rico Waas saja tidak mendukung upaya kampanye Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap untuk berobat ke RSUD Pirngadi, maka bagaimana mungkin masyarakat bisa mempercayai niat keduanya memimpin Kota Medan, bukan untuk saling menyikut.
Sebelumnya diketahui, Wali Kota Medan, Rico Waas berobat ke luar negeri tanpa ada ijin dari Gubernur Sumut, sehingga tidak menghadiri peresmian Koperasi Merah Putih secara Virtual dengan Presiden Prabowo pada 16 Mei 2026 lalu. (01)

