![]() |
| Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki AMd. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Lonjakan harga minyak goreng subsidi, Minyakita, di Kota Medan memicu keresahan masyarakat. Produk yang seharusnya terjangkau bagi warga ekonomi menengah ke bawah tersebut kini dibanderol di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter, jauh melampaui harga sebelumnya yang berada di angka Rp15.700.
Kondisi ini diperparah dengan naiknya sejumlah harga pangan utama lainnya di pasar-pasar tradisional Medan per Mei 2026. Menyikapi fenomena ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki AMd, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun ke lapangan.
"Saran saya, Pemko Medan segera melakukan peninjauan ke pasar-pasar. Jika selisih harganya sudah terlalu jauh, ini sangat berisiko disusupi spekulan," ujar Sri Rezeki kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengingatkan pemerintah agar lebih proaktif dan tidak menunggu sebuah isu menjadi viral di media sosial sebelum bertindak.
Menurutnya, penyebab kenaikan harga komoditas pokok harus segera diinvestigasi untuk memberikan solusi bagi warga yang kian terhimpit beban ekonomi. "Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Cari tahu penyebabnya dan apa solusinya. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang menjepit, jangan ditambah susah lagi," tegasnya. (01)
