![]() |
| Ketua DPC PBB Kota Medan, H. Marhot Harahap, SE. (foto : mimbar/mar) |
MEDAN, (MIMBAR) - Kondisi memprihatinkan terlihat di Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia. Sejumlah anak sekolah nekat dan terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan meniti pipa air milik Perumda Tirtanadi untuk menyeberang, setelah jembatan penghubung di kawasan itu roboh akibat banjir Sungai Deli yang meluap beberapa waktu lalu.
![]() |
| Sejumlah anak sekolah terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan meniti pipa air milik Perumda Tirtanadi untuk menyebrang menuju sekolah, Senin (20/4/2026). (foto : mimbar/mar) |
Dalam video yang beredar, para pelajar terlihat berhati-hati melangkah di atas pipa tanpa pengaman. Situasi ini memicu kekhawatiran warga karena risiko terjatuh sangat tinggi, terlebih saat hujan atau kondisi licin. Meski telah ada imbaun dan larangan, sejumlah siswa sekolah masih tetap ada yang melintasinya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, H. Marhot Harahap, SE mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas - Zakiyuddin Harahap agar segera mengambil langkah konkret.
Menurut Marhot Harahap, keberadaan jembatan sangat vital karena menjadi akses utama, khususnya bagi anak-anak menuju sekolah.
“Kalau ada jembatan, anak-anak tidak perlu memutar jauh. Sekarang mereka terpaksa lewat pipa, sangat berbahaya. Kita berharap Pemko Medan segera membangun jembatan” kata Marhot Harahap kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Marhot Harahap menilai kondisi ini mencerminkan kurangnya perhatian Pemko Medan terhadap infrastruktur dasar yang sangat vital bagi masyarakat.
"Pemerintah harus segera membangun jembatan, mengingat jembatan tersebut menjadi akses penghubung lebih cepat bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga. Jika hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa bagi anak sekolah yang masih nekat melintas pipa dengan ketinggian sekita belasan meter tersebut" jelas Marhot Harahap. (01)

