Rico-Zaky Minim Gebrakan, Sampah dan Jalan Berlobang Belum Teratasi

Senin, 06 April 2026 | 15.53 WIB

Bagikan:
Ketua DPC PBB Kota Medan, H. Marhot Harahap, SE. (foto : mimbar/mar)

MEDAN, (MIMBAR) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan dibawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Zakiyuddin Harahap telah memasuki satu tahun lebih masa kerja, yakni dilantik 2 Februari 2024. Namun belum mendapat dampak yang berarti bagi masyarakat Kota Medan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, H. Marhot Harahap, SE menilai masa jabatan tahun pertama kepemimpinan Rico-Zaky minim gebrakan dan lebih banyak diwarnai seremoni ketimbang aksi nyata.

“Belum ada gebrakan konkret untuk menjawab persoalan mendesak di Kota Medan, belum terlihat rencana kerja resmi yang disampaikan ke publik. Ini jadi pertanyaan mendasar, sebenarnya apa yang dikerjakan Rico-Zaky selama setahun ini?” kata Marhot Harahap kepada wartawan di Medan, Senin (6/4/2026).

Jalan Tuba I Lingkungan 11, Keluarahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai Kota Medab, hancur dan berlobang. (foto : mimbar/mar)

Marhot Harahap menilai, Pemerintahan Rico-Zaky masih terjebak dalam pola lama, penuh agenda seremoni namun miskin terobosan. Hingga saat ini tidak terlihat langkah serius dalam reformasi pelayanan publik, transformasi digital, atau peningkatan efisiensi birokrasi. Pelayanan publik masih terkesan lamban, sampah menumpuk dimana-mana, jalan berlobang dan banjir belum teratasi dengan baik.

Selain itu lambannya respons terhadap laporan masyarakat. Aduan publik kerap ditanggapi lambat, dengan prosedur berbelit-belit yang memicu kekecewaan masyatakat. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya langkah progresif dalam menangani dua masalah klasik Kota Medan yakni sampah dan banjir.

Tumpukan sampah di Jalan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan. (foto : mimbar/mar)

“Penanganan banjir dan sampah masih bersifat reaktif, bukan sistematis. Tidak ada rencana jangka pendek maupun jangka panjang yang terlihat,” ucapnya.

Marhot Harahap juga menyoroti sejumlah posisi jabatan strategis di Pemerintahan Kota Medan yang masih kosong hingga saat ini karena ditinggal sejumlah pejabat. Menurutnya, hal ini salah satu bentuk kelemahan Pemerintahan Rico-Zaky.

Meskipun Wali Kota kerap menyuarakan semangat "Medan Untuk Semua" hal itu belum diwujudkan dalam kebijakan nyata. Masyarakat, belum merasakan dampaknya secara langsung

Marhot Harahap mengatakan bahwa satu tahun pertama seharusnya menjadi fondasi awal, bukan sekadar masa adaptasi. “Pemerintahan Rico-Zaky harus segera keluar dari zona nyaman dan menunjukkan aksi nyata. Janji kampanye harus direalisasikan,” jelasnya. (01)

KOMENTAR