Tidak Lulus Ujian Keswa, 6 Casis Polwan Komplain ke Panitia

Jumat, 16 Juni 2023 | 21.47 WIB

Bagikan:
Penasihat hukum, Jones Naibaho dan Rudolf Naibaho bersama keenam casis Polwan memberikan keterangan kepada wartawan di Mako Satuan Brimob Polda Sumut, Jumat (16/6/2023). (foto : mimbar/ded)

MEDAN, (MIMBAR) - Sebanyak 6 orang calon siswa (Casis) Polisi Wanita (Polwan) kecewa terhadap panitia penerimaan Bintara Polda Sumut. Mereka menduga, penerimaan anggota Polisi itu tidak transparan dan ada kecurangan. 


Melalui kuasa hukum keenam Casis itu, Jones Naibaho dan Rudolf Naibaho mengatakan, keenam casis itu dinyatakan gugur pada pengumuman tanggal 12 Juni 2023. Para kliennya tidak lulus pada ujian Kesehatan Jiwa (Keswa). 


"Ada 6 Casis Polwan, yang pada pengumuman tanggal 12 Juni tanpa memenuhi syarat," ucap Jones bersama 6 Casis Polwan di Mako Brimob Polda Sumut, Jumat (16/6/2023) sore. 


Menurut dia, keenam Casis Polwan itu selama ini telah mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) soal Keswa. 


"Artinya sudah mateng untuk belajar keswa. Kebetulan mereka dinyatakan tidak lulus dalam ujian keswa pula," katanya lagi. 


Kemudian, para Casis dan kliennya mendatangi lokasi tes penerima Bintara Polri di Mako Brimob Polda Sumut. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan soal gugurnya keenam Casis itu. 


"Hari ini kita tanyakan tapi, adik-adik tidak boleh didampingi kuasa hukum. Kami minta penjelasan di mana letak kesalahan adik-adik ini," ungkapnya. 


Dari hasil penjelasan para panitia kepada para Casis ini, ada yang tidak memenuhi syarat. 


"Jadi hasil yang kami terima, tingkat grafiknya sama semua keenamnya nilainya 80, itu yang membuat tidak memenuhi syarat. Nilainya berlebihan," kata dia. 


Anehnya lagi, sambung dia, seorang rekan keenam Casis yang masih dalam satu Bimbel dinyatakan lulus. 


"Ada satu orang satu Bimbel dinyatakan lulus dan kami minta nilai satu orang itu ditunjukan tetapi tidak diperbolehkan karena itu katanya rahasia. Padahal, yang lulus ini sudah memberikan izin kepada kita kalau memang itu dibutuhkan," katanya. 


"Adik-adik ini juga tadi minta discan nilainya tapi tidak diperbolehkan dan harus ada izin Kapolri," ucap dia. 


Hal inilah yang membuat pihak Casis curiga kalau penerimaan Bintara Polri di Polda Sumut tidak transparan dan ada dugaan kejanggalan. "Ada dugaan kejanggalan dan ketidakadilan atau dugaa kecurangan," ungkapnya.


Sementara, Waka Polda Sumut, Brigjen Jawari ketika dikonfirmasi soal banyaknya Casis yang tidak terima kalah pada test Keswa karena dinilai tidak transparan karena pengumuman kelulusan diberikan tidak langsung setelah selesai tes, mengucapkan terima kasih atas informasi yang dilakukan panitia penerima Casis.


"Terimakasih informasinya. Peserta diberikan kesempatan menanyakan hasil Keswanya," ujar jenderal bintang satu tersebut.


Ditanya lebih jauh tentang proses penerimaan casis Polda Sumut yang dikomplain itu, Brigjen Jawari menyatakan, akan mengeceknya. "Nanti saya cek," tandasnya.


Sedangkan Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumut, Kombes Pol Benny Bawensel ketika dikonfirmasi tentang keberatan panitia mengatakan, sudah melakukan sesuai prosedur. "Bagi yang tidak lulus keswa silahkan konsultasi ke dokter," ujar Benny Bawensel. (04)


KOMENTAR