MEDAN, (MIMBAR) - Anggota DPRD Medan Drs Hendrik H Sitompul MM mengaku sangat menyesalkan sikap pemilik mobil pribadi yang ngotot mendapat bahan bakar minyak (BBM) premium. Padahal, minyak premiun merupakan minyak subsidi pemerintah yang seyogianya diperuntukkan kendaraan becak, sepeda motor dan angkutan kota (angkot).
“Premium itu kan jatah pemilik angkot dan becak. Jangan lagi pemilik mobil pribadi ikut “ngerampok” jatah rakyat kecil. Kasihan, warga miskin jadi kesulitan dapat minyak premium,” kata Bendahara Fraksi Demokrat DPRD Medan, Hendrik Sitompul kepada wartawan, Kamis (2/8/2018).
Ditambahkannya, fenomena antrian panjang itu selalu terjadi untuk mendapatkan premium di beberapa, seperti SPBU Jalan Merbabu Medan, Jalan SM Raja depan Jalan Air Bersih, Jalan SM Raja dekat Garu XIII. Antrian panjang yang berdampak macet setiap hari dan mengganggu pengguna jalan. Kondisi macet diperparah lagi karena banyaknya mobil pribadi ikut antri.
“Ini sangat disayangkan karena kesadaran pemilik kendaraan pribadi justru lebih rendah dibandingkan dengan supir angkot. Padahal, premium itu seharusnya digunakan oleh angkot, becak mesin, atau ojek, mobil pribadi harusnya Pertalite ke atas. Ini malah terbalik,” ungkap Hendrik.
Untuk itu, kata Hendrik yang juga Alumni PPRA 52 Lemhannas RI itu minta kepada pemerintah supaya segera melakukan penertiban. “Kita harapkan pemerintah respon karena merugikan rakyat kecil,” jelas Hendrik H Sitompul MM yang saat ini maju Caleg DPR RI dari Partai Demokrat daerah pemilihan (Dapil) Sumut I No urut 8.
Dari amatan wartawan Kamis (2/8/2018) kondisi macet hingga ke badan jalan karena antrian panjang di Jalan SM Raja depan Jalan Air Bersih Medan. Banyak mobil pribadi yang ikut antri mendapatkan BBM Subsidi (premium) tersebut. (mm)
