Wakil Wali Kota Tinjau Parit PTP di Marelan

Senin, 30 Juli 2018 | 19.39 WIB

Bagikan:

MEDAN, (MIMBAR) - Wakil Wali Kota Medan H Ir Akhyar Nasution MSi meninjau parit PTP, Senin ( 30/7/2018) di Marelan Kelurahan Tanah Enam Ratus.

Selain Wakil Wali Kota juga hadir anggota DPRD Kota Medan Suryanto, Camat Medan Marelan Drs Khairunisa, Lurah Tanah Enam Ratus, Ramli Lubis dan seluruh Kepala Lingkungan.

Parit PTP ini berada di perbatasan Kota Medan dengan Deli Serdang. Parit ini sekarang sedah tertutup dengan rumput, kayu-kayu patahan dan lumpur.

Sebelum Tahun 2017 parit PTP ini tertutup total, sehingga bila turun hujan lebat banyak rumah kebanjiran.

Pada awal tahun 2017 Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin mengintruksikan kepada Dinas PU Untuk membuka kembali parit tersebut dengan tujuan agar dimusim hujan air yang dapat ditampungnya dan terus menuju Sungai Badrah.

Dengan dibukanya parit PTP ini masyarakat sekitar tidak lagi mengalami kebanjiran bila turun hujan. Namun belakangan ini parit tersebut mulai tertutup oleh rumput dan kayu-kayu patahan sehingga arus air mulai tersumbat menuju Sungai Badrah dan kembali air meluap menggenangi rumah penduduk.

Camat Medan Marelan Drs Khairunisa mengatakan, untuk mengatasi penyumbatan parit PTP ini mengarahkan 30 personil P3SU (Petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum) untuk melakukan pembersihan.

Wakil Wali Kota dalam arahannya kepada Lurah dan Kepala Lingkungan untuk melakukan gotong royong secara rutinitas setiap minggunya agar parit PTP ini tidak tertutup kembali.

Dalam arahannya itu, Wakil Wali Kota dengan tegas mengatakan bila sarannya itu tidak dilaksanakan oleh Lurah dan Kepela Lingkungan agar Camat dapat melaporkannya," ujar Wakil Wali Kota.

Menurut Wakil, parit ini cukup besar sebagai saluran pembuangan air bila turun hujan menuju sungai. Panjang parit ini lebih kurang dua setengah KM dan lebarnya lebih kurang 2 meter. Bila parit ini bersih maka air akan lancar. Parit PTP ini dapat menampung jutaan kubik air yang akan dialirkan ke Sungai, " jelas Wakil Wali Kota. (01)
KOMENTAR