Wakil Wali Kota Medan Minta Fasilitas SDN 066667 Denai Segera Diperbaiki

Rabu, 09 September 2026 | 15.04 WIB

Bagikan:
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap meninjau UPT SD Negeri 066667, di Jalan Kiwi III Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai, Rabu (9/9/2026). (foto : mimbar/diskominfo medan)

MEDAN, (MIMBAR) - Kepedulian nyata terhadap masa depan pendidikan di Kota Medan ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap. Ia turun langsung meninjau UPT SD Negeri 066667, di Jalan Kiwi III Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai, Rabu (9/9/2026).


Peninjauan ini dilakukan Zakiyuddin untuk memastikan para siswa mendapatkan fasilitas belajar yang layak, sehat, dan nyaman. Dalam peninjauan itu, Zakiyuddin tidak hanya menyapa para siswa dan guru, tetapi juga memeriksa secara mendalam kondisi sarana dan fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, kamar mandi, kursi dan meja, ruang perpustakaan hingga saluran drainase.


"Tadi kita lihat cuma tiga kamar mandi untuk 191 murid dan guru, bahkan kamar mandi khusus guru tidak ada. Hal yang paling urgen lagi adalah parit sekolah ini enggak ada. Pihak Dinas Perkim harus segera mengecek ke sini," tegas Zakiyuddin yang hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution.


​Tak hanya itu, Zakiyuddin juga meminta agar fasilitas seperti meja dan kursi yang rusak segera diganti serta akses jalan menuju lokasi sekolah juga diperbaiki. 


Sementara itu, mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Zakiyuddin menyebutkan program tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi siswa.


"Kita tanya tadi Kepala sekolah dan guru menyatakan program MBG ini sangat baik dan sangat dinantikan oleh anak-anak," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SD Negeri 066667, Mulia Ningsih, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan Wakil Wali Kota Medan. Ia memaparkan bahwa saat ini sekolahnya mendidik 191 siswa dengan didukung 17 guru.


"Guru-guru kami disini ada yang berstatus PNS, dan ada juga yang PPPK,"sebutnya.


​Mulia mengonfirmasi bahwa keterbatasan fasilitas memang menjadi kendala harian di sekolah tersebut. Seperti misalnya kamar mandi, dari total empat unit yang ada, satu unit terpaksa digunakan khusus untuk guru karena belum ada toilet terpisah. (01)


KOMENTAR