IPTI Asahan dan Laznas Sahabat Yatim Gelar Khitanan Massal Gratis ke 50 Anak

Senin, 06 Maret 2023 | 18.15 WIB

Bagikan:
IPTI Asahan dan Laznas Sahabat  Yatim Asahan menggelar khitanan/sunat massal gratis kepada 50 anak di Desa Sei Kamah II, Kecamatan Sei Dadap, Senin (6/3/2023). (foto : mimbar/edo)

ASAHAN, (MIMBAR) - Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamyah (IPTI) Asahan dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Sahabat  Yatim Asahan menggelar khitanan/sunat massal gratis kepada 50 anak di Desa Sei Kamah II, Kecamatan Sei Dadap, Senin (6/3/2023).


Kegiatan dihadiri Kapolsek Air Batu Iptu STR Siburian, Danramil Air Batu Kapten Inf Haryanto, Kepala Desa Sei Kamah II, Ketua LPM Desa Sei Kamah II, Ketua KNPI Kecamatan Sei Dadap Rizqi Pasaribu, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.


Ketua IPTI Asahan, Jaka Ary Asawara mengucapkan terimakasih kepada panitia yang bekerja keras dalam mensukseskan kegiatan ini.


Khitanan ini dalam rangka menyambut Bulam Suci Ramadhan 1444 H. Dari pandangan agama, khinatan salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi laki-laki. Fungsi khitan juga mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah bagi umat muslim.


"Dalam kegiatan ini, IPTI dan Sahahat Yatim menyiapkan 10 petugas untuk melaksanakan khitanan massal. Semoga khitanan ini berjalan lancar", kata Jaka.


Deni Royhan Azifa perwakilan sahabat yatim mengucapkan terimakasih kepada IPTI Asahan, karena telah berkaloborasi atas suksesnya khitanan massal dan santunan anak yatim.


"Besar harapan kami khitanan massal ini tidak sampai disini dan semoga kedepannya kita bisa melaksanakan hal hal yang bermanfaat untuk masyarakat.


Ketua KNPI Kecamatan Sei Dadap, Muhammad Rizqi Pasaribu mengucapkan selamat kepada IPTI Asahan dan Sahabat Yatim yang melaksanakan kegiatan ini. Peran pemuda sangat penting ditengah masyarakat. Aski pemuda diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat.


Sebanyak 50 anak yang mengikuti khitanan mendapatkan kain sarung dan uang santunan yang di bagikan IPTI, Sahabat Yatim dan KNPI. (Edo)


KOMENTAR