“Jika menyimak apa yang disampaikan Prof Yusril sebelumnya, maka dengan melihat pengalaman yang begitu sangat panjang, saya mendukung, apabila Prof Yusril pada 2024 dicalonkan menjadi Presiden atau Wakil Presiden," katanya.
Selain itu, Jokowi kembali menekankan keseriusannya dengan berpesan kepada PBB untuk segera mencarikan kendaraan politik agar pak Yusril dapat memenuhi syarat untuk dicalonkan menjadi Capres atau Cawapres.
"Ini serius, serius, ya saya serius. Namun, tugasnya PBB mencarikan kendaraan supaya sampai 20 persen. Iya dong. Ya tugasnya di sana. Begitu dapat kendaraan saya dukung. Serius," ujarnya.
Kepala Negara menjelaskan bahwa alasannya memberikan dukungannya kepada Prof Yusril merupakan hal wajar, sebab sebelumnya dukungan dari PBB juga diberikan saat dirinya menjadi Wali Kota Solo dan saat maju sebagai Calon Presiden.
"Karena saya saat maju Wali Kota Solo, salah satu partai yang mendukung saya, itu adalah PBB. Saat presiden juga PBB mendukung, jadi kalau saya dukung gantian, tidak ada salahnya," jelas Jokowi.
Dalam sambutannya ini, Jokowi juga menyampaikan ucapan selamat kepada PBB yang telah lolos sebagai partai peserta pemilu di 2024. Ia juga mengapresiasi komitmen PBB dalam menjaga persatuan bangsa.
“Meskipun tadi sudah disampaikan Prof Yusril, PBB identik sebagai partai Islam, tetapi kader-kader PBB berjiwa nasionalis. Saya tahu tadi seperti yang disampaikan Prof Yusril beberapa Ketua DPW PBB adalah non-muslim seperti di Papua, di NTT, dan di Bali. Dan terimakasih ke-Islaman dan ke-Indonesia telah menjadi nafas PBB dalam berpartai,” kata Jokowi.
PBB Lolos Verifikasi Faktual
Sebelumnya Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noor melaporlan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Bulan Bintang dihadiri 34 DPW dan 514 DPC. Afriansyah menyebut selama ini partainya tiga kali gagal dalam proses verifikasi faktual partai. Bahkan, pihaknya sampai mengajukan gugatan hingga dua kali karena selalu gagal mengikuti pemilu.
"Pak Yusril sampai bilang, jangan sampai kita tiga kali gugat. Tapi alhamdulillah pada Desember 2022, PBB dapat nomor urut 13," kata Afriansyah.
Meskipun dalam survei nasional elektabilitas PBB di bawah 1 persen, Afriansyah optimistis pada Pemilu 2024 partainya bisa meraih angka 4 persen atau lolos parliamentary threshold.
"PBB survei nasional kata orang hanya 0, persen. Tapi kita punya survei internal, saat sekarang ini kita masih 1,7 persen. Memang masih kurang 2,3 persen tapi dengan didukung oleh Presiden Jokowi kita akan lolos," kata Afriansasyah yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu.
Terakhir, Afriansyah juga menggoda Jokowi untuk mendukung Yusril sebagai calon wakil presiden 2024. Menurut dia, Yusril pernah menjadi capres pada tahun 1999 namun gagal. Kini setelah 20 tahun berlalu, Afriansyah berharap Yusril setidaknya bisa menjadi cawapres.
"Di 2024 semoga menjadi cawapres, karena didukung Pak Jokowi, beliau king maker," kata Afriansyah. (01)


