Sebut Tanah Diserobot PT BUK Warga Tanah Karo Jalan Kaki ke Mapolda Sumut

Kamis, 24 Maret 2022 | 16.24 WIB

Bagikan:
Warga Tanah Karo aksi di Mapoldasu minta lahan mereka dikembalikan. (foto : mimbar)

MEDAN, (MIMBAR) - Ratusan warga Desa Sukamaju Kabupaten Tanah Karo melakukan unjukrasa di depan Mapolda Sumut, Kamis (24/3/2022) siang. 

Massa mayoritas kaum ibu itu datang dengan berjalan kaki atau longmarch dari Kabupaten Karo. Aksi tersebut merupakan lanjutan perlawanan warga Desa Sukamaju terhadap PT Bibit Unggul Karobiotik (BUK) yang selama ini bersengketa di atas lahan seluas 895.100 meter persegi di kawasan Siosar, Kabupaten Karo. 

Seorang pendemo, Intan Sembiring mengaku, ratusan warga Sukamaju sengaja datang ke Polda Sumut dengan berjalan kaki. "Kami jalan kaki dari Sukamaju," ucap Sembiring. Kata dia, selama beberapa tahun ini warga sering mendapatkan intimidasi dari PT BUK.

"Kami dari penduduk Sukamaju saat berladang kami sering mendapat intimidasi dari pihak PT BUK, bahkan ada pilar yang dibangun pemerintah itu pun dirusak. Kami berjuang dari tahun 2016," katanya. 

Menurut dia, intimidasi itu berupa warga sering dipanggil pihak kepolisian. Selain itu, PT BUK sering mendatangi warga kalau tanah itu bukan milik warga.

"Kami dipanggil polisi kemudian mereka katakan itu tanah mereka. Kami buktikan dengan surat, tapi mereka tidak peduli. Mereka menyuruh kami keluar dari tanah yang sudah kami tempati bertahun-tahun," terangnya, menyebutkan pimpinan PT BUK itu adalah Mujianto.

Dengan aksi ini, warga Sukamaju berharap agar pimpinan Mabes Polri dan Polda Sumut segera membebaskan lahan tanah itu. 

"Harapan kami agar bapak pemangku hukum di negara ini mengarahkan pandangannya kepada Sukamaju supaya lahan itu benar-benar dibebaskan agar kami dapat bertani lagi," sebutnya. 

Dia mengungkapkan, ada 200 keluarga yang menempati lahan itu. Dalam aksi itu, para pendemo menyempatkan berorasi dan melakukan aksi tarian budaya Karo. Aksi mereka mendapat penjagaan polisi. (04)

KOMENTAR